Apakah ada hubungan antara buku dan uang koin? Ada. Jika kita hendak membeli sebuah buku, tentu harus ada uang sebagai alat pembayaran. Uang koin adalah alat pembayaran. Maka, kita bisa membeli buku dengan uang koin (asal kuat…. malu). Tapi bukan itu maksud tulisan ini. Hubungan antara buku dan uang koin yang hendak dibahas adalah hubungan makna di antara keduanya. Hubungan seperti apa yang dimaksud? Bagi yang penasaran dan ingin tahu, serta bagi yang ingin mengecek kebenaran tebakannya, LANJUTKAN!!! ke paragraf-paragraf berikut ini dan renungkan contoh-contoh kasus yang akan saya sajikan.
Kasus #1: Sebuah mahakarya sastra, Lady Chatterley’s Lover, karya D.H. Lawrence, pada awal diterbitkan dianggap sebagai novel porno dan dilarang beredar di Inggris, Amerika, dan Eropa. Namun saat ini justru dianggap sebagai novel sastra yang luar biasa. Bahkan, mahasiswa dan dosen sastra membedah karya ini dalam proyek critical analysis mereka. Menurut anda, Lady Chatterley’s Lover merupakan novel yang baik ataukah buruk?
Kasus #2: Cerita anak, Cinderella dan Putri Salju, serta yang terbaru Sinchan dan Detective Conan pada awalnya merupakan cerita yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Namun saat ini, merupakan cerita anak yang terkenal di seluruh dunia (Cinderella dan Putri Salju) dan di Indonesia (Sinchan dan Detective Conan). Menurut anda, apakah cerita-cerita di atas adalah cerita-cerita yang baik ataukah buruk bagi anak?
Kasus #3: Buku-buku bertema keuangan yang sangat fenomenal karya Robert T. Kiyosaki memberikan pencerahan dan pemahaman baru bagi banyak orang di seluruh dunia tentang keuangan, kecerdasan finansial serta konsep kaya dan miskin. Namun, buku-bukunya juga menuai banyak kontroversi dari berbagai kalangan terutama para ahli dan praktisi real estate di Amerika. John T. Reed, pakar dan penulis buku tentang real estate menganggap buku-buku karya Robert T. Kiyosaki sebagai tulisan fiksi dan hanya khayalan sang penulis karena tokoh-tokoh dan kesuksesan finansial yang diceritakan dalam bukunya adalah fiktif belakang. Menurut anda, apakah buku-buku tulisan Robert T. Kiyosaki seperti Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant,dan Guide to Investing merupakan buku-buku yang baik ataukah buruk?
Masih banyak kasus-kasus tentang buku dan bacaan yang menjadi kontroversial di kalangan masyarakat dunia. Kadang kita merasa bingung menetapkan dan menentukan mana buku yang baik dan mana buku yang buruk untuk dibaca. Itulah kenapa buku memiliki hubungan maknawi dengan uang koin. Uang koin memiliki dua sisi yang berbeda. Kita hanya bisa melihat salah satu sisi dari koin tersebut dan tidak sisi yang lain. Begitu pula buku. Buku yang baik dan buruk ada pada sudut pandang pembacanya. Sebuah buku akan dianggap sebagai buku yang baik oleh seorang pembaca, sementara oleh pembaca yang lain dapat dianggap sebagai buku yang buruk.
Apa sikap kita terhadap berbagai macam buku dengan berbagai macam pandangan yang berbeda mengenai baik buruk buku-buku tersebut? Be Neutral. Jadilah pembaca yang netral dan obyektif, yang tidak mudah menganggap suatu buku adalah buku yang baik atau buruk. Analisa dan gali isi suatu buku secara mendalam. Selama nilai-nilai yang ada dalam buku tersebut selaras dengan nilai-nilai kita, maka buku itu adalah ‘buku baik’ bagi kita. Bila nilai-nilai yang ada dalam buku tersebut tidak selaras dengan nilai-nilai kita, bukan berarti buku itu adalah buku yang buruk. Buku ‘buruk’ itu justru merupakan referensi yang bagus bagi kita untuk memahami nilai-nilai yang berbeda dari pola pikir dan sudut pandang manusia yang berbeda. Bukankah Berbeda Itu Indah?

0 komentar: